Selasa, 08 Desember 2009
Pengaruh MPC dan MPS Kepada Fungsi Konsumsi Dan Tabungan
Dalam menerangkan ciri-ciri fungsi konsumsi dan tabungan telah dinyatakan bahwa niali MPC akan menetukan kecondongan fungsi konsumsi dan nilai MPS akan akan menentukan kecondongan fungsi tabungan. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat kepada akibat dari pergerakan di antara dua titik pada fungsi konsumsi dan fungsi tabungan.
FUNGSI KONSUMSI DAN FUNGSI TABUNGAN
Pengeluaran konsumsi dari semua rumah tangga dalam perekonomian dinamakan konsumsi agrerat. Konsumsi agregat dan tabungan semua rumah tangga dalam perekonomian dinamakan tabungan agregat. Untuk menunjukkan kelakuan rumah tangga dalam perekonomian dalam melakukan konsumsi dan tabungan analisis makroekonomi selalu melihat ciri-cirinya dengan menghubungkan kedua-kedua variabel tersebut dengan pendapatan nasional.
Fungsi Konsumsi adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara tingkat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian pendapatan nasional (atau pendapatan disposebel) perekonomian tersebut.
Funsi tabungan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara tabungan rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional (atau pendapatan disposebel) perekonomian tersebut.
Fungsi Konsumsi adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara tingkat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian pendapatan nasional (atau pendapatan disposebel) perekonomian tersebut.
Funsi tabungan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara tabungan rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional (atau pendapatan disposebel) perekonomian tersebut.
Hubungan Diantara Kecondongan Mengkonsumsi Dan Menabung
i. MPC + MPS = 1
ii. APC + APS = 1
Berdasarkan kepada perhitungan tersebut dapatlah dibuat rumusan yang berikut :
Dalam setiap nilai MPC dan MPS, yaitu apakah nilainya tetap atau berubah, MPC + MPS akan selalu sama dengan satu.
Dalam setiap nilai APC dan APS, yaitu apakah MPC dan MPS adalah tetap atau berubah, APC + APS akan selalu sama dengan satu.
ii. APC + APS = 1
Berdasarkan kepada perhitungan tersebut dapatlah dibuat rumusan yang berikut :
Dalam setiap nilai MPC dan MPS, yaitu apakah nilainya tetap atau berubah, MPC + MPS akan selalu sama dengan satu.
Dalam setiap nilai APC dan APS, yaitu apakah MPC dan MPS adalah tetap atau berubah, APC + APS akan selalu sama dengan satu.
Definisi Kecondongan Menabung Marjinal
Konsep kecondongan menabung juga perlu dibedakan kepada dua istilah, yaitu kecondongan menabung marjinal dan kecondongan menabung rata-rata.
i. Kecondongan menabung marjinal, atau secara ringkas MPS (dari kata Marjinal prospensity to save), dapat didefinisakan sebagai perbandingan diantara pertambahan tabungan dengan pertambahan pendapatan disposebal.
ii. Kecondongan menabung rata-rata, atau secara ringkas APS (dari perkataan average prospensity to save), menunjukkan perbandingan diantara tabungan dengan pendapatan disposebel.
i. Kecondongan menabung marjinal, atau secara ringkas MPS (dari kata Marjinal prospensity to save), dapat didefinisakan sebagai perbandingan diantara pertambahan tabungan dengan pertambahan pendapatan disposebal.
ii. Kecondongan menabung rata-rata, atau secara ringkas APS (dari perkataan average prospensity to save), menunjukkan perbandingan diantara tabungan dengan pendapatan disposebel.
Definisi Kecondongan Mengkonsumsi
Konsep kecondongan mengkonsumsi perlu dibedakan menjadi dua pengertian, yaitu : kecondongan mengkonsumsi marjinal dan kecondongan mengkonsumsi rata-rata.
i. Kecondongan mengkonsumsi marjinal, atau secara ringkas selalu dinyatakan sebagai MPC (berasal dari istilah inggrisnya marginal prospensity to consume), dapat didefinisikan sebagai perbandingan diantara pertambahan konsumsi yang dilakukan dengan pertambahan pendapatan disposebel yang diperoleh.
ii. Kecondongan mengkonsumsi rata-rata, atau secara ringkas selalu dinyatakan sebagai APC (berasal daripada istilah inggrisnya average prospensity to consume), dapat didefinisikan sebagai perbandingan diantara tingkat pengeluaran konsumsi (C) dengan tingkat pendapatan disposebel pada ketika konsumsi tersebut dilakukan (Yd).
i. Kecondongan mengkonsumsi marjinal, atau secara ringkas selalu dinyatakan sebagai MPC (berasal dari istilah inggrisnya marginal prospensity to consume), dapat didefinisikan sebagai perbandingan diantara pertambahan konsumsi yang dilakukan dengan pertambahan pendapatan disposebel yang diperoleh.
ii. Kecondongan mengkonsumsi rata-rata, atau secara ringkas selalu dinyatakan sebagai APC (berasal daripada istilah inggrisnya average prospensity to consume), dapat didefinisikan sebagai perbandingan diantara tingkat pengeluaran konsumsi (C) dengan tingkat pendapatan disposebel pada ketika konsumsi tersebut dilakukan (Yd).
HUBUNGAN DIANTARA KONSUMSI DAN PENDAPATAN
Terdapat beberapa faktor yang menentukan tingkat pengeluaran rumah tangga (secara seunit kecil atau dalam keseluruhan ekonomi). Tabel yang menggambarkan hubungan di antara konsumsi rumah tangga dan pendapatan dinamakan daftar (skedul) konsumsi. Daftar konsumsi pada dasarnya menggambarkan besarnya konsumsi rumah tangga pada tingkat pendapatannya yang berubah-ubah.
EKONOMI DUA SEKTOR
Yang dimaksud dengan perekonomian dua sektor adalah perekonomian yang terdiri dari sektor rumah tangga dan perusahaan. ini berarti dalam perekonomian itu dimisalkan tidak terdapat kegiatan pemerintah dan perdagangan luar negeri. Aliran - aliran pendapatannya mempunyai ciri - ciri sebagai berikut :
1) Sebagai balas jasa kepada pengguna faktor-faktor produksi yang dimiliki sektor rumah tangga oleh sektor perusahaan, sektor rumah tangga akan memperoleh aliran pendapatan berupa gaji dan upah, sewa bunga dan untung.
2) Sebahagian besar dari berbagai jenis pendapatan yang diterima oleh sektor rumah tangga akan digunakan untuk konsumsi, yaitu membeli barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan oleh sektor perusahaan.
3) Sisa dari berbagai jenis pendapatan rumah tangga yang tidak digunakan untuk pengeluaran konsumsi akan ditabung dalam institusi-institusi keuangan.
4) Pengusaha-pengusaha yang memerlukan modal untuk melakukan investasi akan meminjam tabungan yang dikumpulkan oleh institusi-institusi keuangan dari sektor rumah tangga.
1) Sebagai balas jasa kepada pengguna faktor-faktor produksi yang dimiliki sektor rumah tangga oleh sektor perusahaan, sektor rumah tangga akan memperoleh aliran pendapatan berupa gaji dan upah, sewa bunga dan untung.
2) Sebahagian besar dari berbagai jenis pendapatan yang diterima oleh sektor rumah tangga akan digunakan untuk konsumsi, yaitu membeli barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan oleh sektor perusahaan.
3) Sisa dari berbagai jenis pendapatan rumah tangga yang tidak digunakan untuk pengeluaran konsumsi akan ditabung dalam institusi-institusi keuangan.
4) Pengusaha-pengusaha yang memerlukan modal untuk melakukan investasi akan meminjam tabungan yang dikumpulkan oleh institusi-institusi keuangan dari sektor rumah tangga.
Langganan:
Postingan (Atom)